27.4 C
Jakarta
December 1, 2021
Image default
Artikel

Kenali Kontrak Kerja Konstruksi

JAKARTA – Dalam pengadaan barang/jasa selalu terkait dengan kontrak. Begitupun juga dalam dunia jasa konstruksi yang lebih dikenal dengan sebutan “Kontrak Kerja Konstruksi “.

Kontrak Kerja Konstruksi seperti dikutip dari pengadaan.co.id merupakan dokumen kontrak berisi persetujuan yang terikat aturan hukum antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang mana masing-masing pihak harus tunduk dengan kontrak yang telah dibuat.

Menurut pengaturannya, kontrak kerja konstruksi paling tidak mencakup pengaturan mengenai:
1. Para pihak, memuat secara jelas identitas para pihak;
2. Rumusan pekerjaan, memuat uraian yang jelas dan rinci tentang lingkup kerja, nilai pekerjaan, harga satuan, lumsum, dan batasan waktu pelaksanaan;
3. Masa pertanggungan, memuat tentang jangka waktu pelaksanaan dan pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa;
4. Hak dan kewajiban yang setara, memuat hak Pengguna Jasa untuk memperoleh hasil Jasa Konstruksi dan kewajibannya untuk memenuhi ketentuan yang diperjanjikan, serta hak Penyedia Jasa untuk memperoleh informasi dan imbalan jasa serta kewajibannya melaksanakan layanan Jasa Konstruksi;
5. Penggunaan tenaga kerja konstruksi, memuat kewajiban mempekerjakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat;
6. Cara pembayaran, memuat ketentuan tentang kewajiban Pengguna Jasa dalam melakukan pembayaran hasil layanan Jasa Konstruksi, termasuk di dalamnya jaminan atas pembayaran;
7.Wanprestasi, memuat ketentuan tentang tanggung jawab dalam hal salah satu pihak tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diperjanjikan;
8.Penyelesaian perselisihan, memuat ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan akibat ketidaksepakatan;
Pemutusan Kontrak Kerja Konstruksi, memuat ketentuan tentang pemutusan Kontrak Kerja Konstruksi yang timbul akibat tidak dapat dipenuhinya kewajiban salah satu pihak;
9.Keadaan memaksa, memuat ketentuan tentang kejadian yang timbul di luar kemauan dan kemampuan para pihak yang menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak;
10.Kegagalan Bangunan, memuat ketentuan tentang kewajiban Penyedia Jasa dan/atau Pengguna Jasa atas Kegagalan Bangunan dan jangka waktu pertanggungjawaban Kegagalan Bangunan;
11.Pelindungan pekerja, memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja serta jaminan sosial;
12.Pelindungan terhadap pihak ketiga selain para pihak dan pekerja, memuat kewajiban para pihak dalam hal terjadi suatu peristiwa yang menimbulkan kerugian atau menyebabkan kecelakaan dan/atau kematian;
13.Aspek lingkungan, memuat kewajiban para pihak dalam pemenuhan ketentuan tentang lingkungan;
14.Jaminan atas risiko yang timbul dan tanggung jawab hukum kepada pihak lain dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi atau akibat dari Kegagalan Bangunan; dan
15.Pilihan penyelesaian sengketa konstruksi.
Dari pemahaman di atas, menunjukan betapa penting bagi pengguna jasa dan para pelaku usaha jasa konstruksi. Masing-masing pihak dituntut untuk mengerti dan memahami secara cermat segala sesuatu yang dituangkan di dalam kontrak. (Yfi)

Related posts

Apa Bedanya PT dan CV?

admin

Tanda Tangan dan Kontrak Elektronik

admin

Andrew White, Aktor Yang Jadi Kontraktor

admin

Leave a Comment